wisuda

1370 Words
*** " kepada seluruh mahasiswa / mahasiswi yang telah menyelesaikan tugas akhir dan sidang akhir , akan diadakan upacara terakhir seperti wisuda pada pekan depan " akhirnya tiba masa ku sah menjadi seorang sarjana , pesan ini adalah hasil dari kerja keras ku . aku harus memberi kabar terlebih dahulu pada ibu dan mas putra , setelah itu baru memberi kabar pada ridwan . setelah memberi kabar pada ibu , mas putra dan ridwan , aku bergegas mandi dan membersihkan diri . rencana ku hari ini ingin mencari keperluan untuk wisuda ku , betapa bahagianya aku . aku memasuki salah satu mall terbesar , mencari pakaian yang akan ku pakai , sekaligus untuk ibu dan mas putra sekaligus mba lisa , ku pikir baju mas putra dan ridwan tidak ada masalah jika sama . setelah hampir empat jam aku berkeliling akhirnya aku menemukan baju yang aku cari , ternyata berkeliling mencari pakaian sendirian melelahkan . aku memutuskan untuk menuju ke sebuah restoran cepat saji , setelah memesan makanan aku memilih tempat duduk didekat jendela , ketika aku sedang menikmati makanan ku tiba - tiba aku melihat diluar seorang wanita seperti evelin . tetapi dia tidak bersama puja , melainkan dengan seorang pria tua dan perutnya tidak seperti orang hamil . aku arahkan kamera ku agar aku tidak salah lihat dan tidak asal menuduh nantinya . aku lihat evelin dan pria tua itu bergegas ingin pergi . segera aku menyelesaikan makanan ku dan mengikuti evelin kemana pergi . ternyata evelin dan pria tua itu berbelanja , aku mengambil beberapa foto sebagai tanda bukti bagiku . setelah aku rasa cukup semua yang aku butuhkan , aku bergegas kembali ke parkiran mobil , aku takut jika evelin melihatku sedang mengikutinya . aku sedikit berlari menuju mobil , langsung menghidupkan mobil dan pergi dari mall tersebut . setelah aku rasa cukup jauh aku kembali membuka handphone , aku liat satu persatu foto yang aku ambil tadi , evelin tampak mesra dengan pria tua itu , seperti sepasang kekasih gumam ku . kalau evelin dan pria ini sepasang kekasih , dan perut evelin tidak tampak seperti orang hamil seperti yang aku temui ketika dikampung , brarti evelin membohongi kami semua ? apa maksud dia melakukan ini semua . aku harus mencabut laporan ku terhadap puja . agar dia juga bisa menemukan evelin yang memang berselingkuh . sebelum aku mencabut laporan ku , aku harus meyakinkan hati ku terlebih dahulu , jika benar evelin memang berbohong , aku tidak akan pernah kembali pada puja , aku takkan mengkhianati ridwan sedikit pun . aku juga harus konfirmasi terlebih dahulu pada ridwan dan mas putra jika aku tidak ingin melanjutkan kasus puja dengan alasan orang tua puja . semoga saja ini langkah terbaik gumam ku . * * " sayang , apa kau sedang sibuk ? " ku kirimi pesan pada ridwan " tidak , apa kau merindukan ku ? " balas ridwan dengan percaya diri " sangat , aku sangat merindukan mu " aku berusaha mencairkan suasana terlebih dahulu " lusa kan hari wisuda mu , aku pasti menghadiri nya " balas ridwan " apakah aku boleh meminta sesuatu hal dari mu ? " pintaku pada ridwan " tentu saja , apapun itu mau mu akan berusaha aku penuhi " gombal ridwan " aku ingin kau mencabut laporan terhadap puja , aku telah memaafkannya , beri dia kesempatan untuk bertanggung jawab pada evelin dan anaknya " pinta ku dengan penuh hati - hati pada ridwan " baiklah kalau itu keinginan mu , akan ku penuhi , aku akan memberitahu Kepolisian bahwa sudah ada jalan damai diantara kita dan puja " jawab ridwan yang aku tunggu lega sudah akhirnya , semoga ini jalan terbaik , agar aku tidak selalu merasa bersalah pada orang tua puja . karena bagaimanapun perasaan mama puja pasti tidak ingin anaknya ada diposisi ini sekarang . * * aku sudah bersiap - siap menuju kampus ku untuk diwisuda hari ini , ibu , mba lisa juga sudah siap - siap , sedangkan mas putra dan ridwan ada diparkiran bawah menunggu kami . dengan dandanan make up tipis saja aku sudah merasa ini sangat tebal dan risih , malah aku takut terlihat menor di hadapan ridwan . ketika aku turun dari lantai dua kamar kos ku menuju parkiran tempat ridwan menunggu ku . aku menyadari jika mata ridwan menyoroti ku tidak terlepas , aku meras kikuk apa ada yang salah dari penampilan ku kali ini . " kau sangat cantik " bisik ridwan padaku aku hanya tersenyum malu , takut - takut ridwan menyadari pipi ku mulai merah merona aku segera memalingkan wajah . " kau tak usah malu , kau tetap menjadi wanita tercantik yang ada dihidupku " lanjut ridwan ketika berada didalam mobil * * setelah acara wisuda ku selesai , dilanjutkan dengan foto keluarga , di foto keluarga hanya ada aku , ibu dan mas putra , sedih rasanya , seharusnya ayah ada disini bersama kami . seharusnya bahagia ku hari ini dapat juga dirasakan oleh ayah . " dek , foto berdua dengan ridwan dulu dong " pinta mas putra mata ku membulat melotot mendengar permintaan mas putra , sedangkan ridwan bersikap cool seolah - olah omongan mas putra tadi tidak menjadi sesuatu yang membuat malu untuk nya , aku lirik ibu juga hanya senyum - senyum sambil mengangguk tanda menyetujui permintaan mas putra . akhirnya aku dan ridwan memutuskan berfoto berdua . " gandeng dong , masa kyk lagi latihan baris berbaris sih " ejek mas putra lagi " gini udah mas " ucap ridwan sambil mengarahkan tangan ku untuk menggandengnya yang benar saja mas putra mengejekku begini , awas saja nanti kalau ada kesempatan membalas pasti akan ku balas mas putra . " dek , mba langsung balik ya , selamat sudah tercapai cita - cita menjadi sarjana nya , semoga kau sukses " ucap mba lisa " mba , aku mau mengajak mba makan dulu , tapi sepertinya kehamilan mba berat ya ? " tanya ku pada mba lisa " tidak usah dek , kau sama ridwan saja ya makannya . nanti mba , ibu sama mas putra bisa makan dirumah saja , kehamilan mba ini karna masih baru , jadi mual , pusing , jadi sedikit ribet , tapi bahagia ada makhluk kecil dalam rahim mba , nanti kamu juga bakal merasakannya dek " goda mba lisa aku hanya melotot mendengar ucapan mba lisa , memang kehamilan mba lisa baru menginjak umur dua bulan dan jarak rumah mas putra dan kos ku memakan waktu sekitar dua jam . " ibu pamit ya nak " pamit ibu padaku " hati - hati ya mas , tidak usah ngebut , nanti mba lisa kenapa - kenapa sama calon keponakan ku , awas aja kamu mas " ucapku memperingati mas putra karena tau bagaimana mas putra mengendarai mobil selepas dari kepergian ibu , mas putra dan mba lisa barulah terasa penat di badan , ternyata melalui acara diri sendiri seharian ini melelahkan juga pikirku . " ayok makan , kau sudah seperti ingin memakan orang " ridwan menarik tanganku " apa ? kau pikir aku zombie ? lagian dari mana kau tau jika aku lapar ? " dengus ku pada ridwan " itu di jidat kau tertulis kata L-A-P-A-R " ejek ridwan " terserah kau saja " balasku kesal memang sebenarnya aku lapar karna belum ada makan sejak acara tadi pagi , tapi tidak begini juga , aku menjadi malu sendiri , aku segera melihat kaca apakah benar jidat ku tertulis kata LAPAR . " kau tetap cantik walaupun seperti ingin menelan ku hidup - hidup " ejek ridwan lagi " kau pikir aku zombie " dengus ku kesal ridwan segera melajukan mobil kesebuah restoran , restoran ini tampak sepi , ini kan restoran mahal ucap ku dalam hati . " aku sudah memesan makanan kesukaan kau " ucap ridwan " makanan kesukaan ku ? dari mana kau tau ? " tanya ku pada ridwan " kau adalah calon istri ku , apapun itu tentang kau harus aku ketahui sampai sekecil apapun itu " jelas nya santai aku tersipu dengan ucapan ridwan , apakah sebegitu berarti aku dihidup nya sampai mencari hal - hal yang penting bagi hidup ku .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD