Nathan - 43

1514 Words

Anya berjalan membelah kerumunan orang-orang. Pikirannya kembali berantakan usai semua yang dilakukan Rudolf beberapa menit sebelumnya. Anya tak tahu harus beranjak ke mana, ia hanya mengikuti kata hatinya. Berjalan di atas bahu jalan seorang diri di bawah sinar matahari yang bersinar terang yang terasa tak seperti biasanya. Perasaan geram dan kesal yang membuat Anya terus menggerutu sepanjang jalan sampai langkahnya membawa ia untuk menyeberangi jalan di atas garis zebra cross.  Melewati jalan sepi yang hanya dilalui oleh segelintir orang. Anya melangkah tepat di tepian trotoar, tanpa menoleh ke belakang lagi. Anya hanya menekuri jalan yang dilaluinya. Suara bantingan pintu yang ia abaikan. “Anya,” panggil seseorang dan suara yang teramat ia kenali itu telah menghentikan langkah Anya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD