Nathan - 30

1842 Words

Nathan meraih lengan Casey untuk berjalan ke serambi rumah selama Anya masih berada di dalam kamar karena gaun yang di kenakan sebelumnya terkena pasta gigi yang di pegang oleh Nathan. “Kau sengaja ya menodai gaun istrimu?” ucap Casey pelan. “Apa yang kau sembunyikan dari kami, Cas? Kenapa kau menangis?” buru Nathan tanpa basa-basi. Keduanya berhenti tepat selangkah melewati pintu ganda. Semilir angin yang bertiup terasa menerpa rambut panjang Casey yang diikat menyerupai ekor kuda. “Katakan padaku. Apakah Mamaku melakukan ulah lagi? Karena dia memblokir semua kartu kreditku. Semua akses keuanganku.” Nathan mengatakannya dengan penekanan dan intonasi kesal. Rahangnya mengatup. Nathan membuang tatapan matanya ke arah kebun anggur yang terbentang. Mengabaikan tatapan mata coklat Casey ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD