Lotte Family Concert

1238 Words
Sore hari menjelang petang Jean dikagetkan dengan Raiden Javas yang tahu-tahu muncul di depan ruangan kerja nya dengan masker hitam, topi dan hoodie serba hitam yang sukses menyembunyikan wajahnya. Untungnya hari itu lumayan sepi karena kebanyakan karyawan lain sudah pulang – This is Saturday! – “Ada apa kemari? Kenapa kamu disini? Bagaimana jika ada yang melihat.” “Temani aku ke Lotte family concert” Dan tanpa bisa Jean menolak kini ia akhirnya berada di privat waiting room Seven Antres yang berada tepat di belakang stage, duduk canggung dengan seorang wanita yang terus tersenyum kepadanya. “So, Hi i'm Florenzee kurasa kita belum memperkenalkan diri secara resmi.” Jean tergagap tidak menyangka gadis cantik baik hati itu tahu-tahu sudah mengulurkan tangannya, Jean bukannya tidak tahu dia siapa dia malah sangat tahu, siapa yang tidak kenal Florenzee? dia gadis yang membuat Nari menangis beberapa hari karena idola nya dikabarkan Dating. Dia itu artis bung! dengan segala prestasinya mulai dari Billboard Music Awards hingga Grammy dia menyabet semua penghargaan, dia berhasil mengalahkan pamor Ariana dan juga berhasil mendepak Taylor Swift dari gelar American sweetheart dan yang lebih mengerikan lagi gadis itu bahkan sudah menandingi kekayaan Mark Zuckerberg ! namanya ada di dalam The World’s Youngest Billionaires In 2019: Under Age 40, gadis yang digadang-gadang katanya akan menggantikan sosok Alexandra Andresen. “Joe Jean.” Balas Jean menyambut uluran tangannya, jawaban Jean membuat Zee menyeritkan dahinya namun tetap tersenyum tipis. “Senang bertemu dengan kamu Jean Javas, Jake sering menceritakan kamu dan Raiden.” Jadi dia sering dibicarakan ??? Ha ha Jean tertawa canggung, dia tidak pandai bersosialisasi dan juga dia takut jika salah bicara. Bagaimanapun juga yang di depannya bukan orang sembarangan. Untungnya tidak lama setelah tawa canggung yang dipaksakan Jean, pintu privat waiting room terbuka menampilkan Seven Antres lengkap dengan stylist dan juga managernya, mereka kelihatan riuh dan juga sibuk setelah tampil di stage. Jean juga sempat melihat Florenzee tersenyum sopan padanya sebelum berhamburan menghampiri Jake dengan pelukannya mereka kelihatan romantis sekali, diam-diam Jean iri andaikan ada seseorang yang benar-benar melihatnya seperti Jake yang melihat Zee—penuh ketulusan tanpa dibuat-buat – “Apakah membosankan?” Raiden Javas tahu-tahu sudah berdiri disampingnya dengan stylist pribadi dibelakangnya yang membantu keperluan pria itu dari melepaskan Jas aksesoris maupun microphone nya. Jean menoleh menatap pria itu yang sibuk sendiri menyeka keringatnya. “Yeah but don't worry, ada Florenzee dia teman bicara yang cukup baik.” Jean sendiri tidak yakin dengan perkataannya, apakah Zee mau jadi temannya? Dia tidak tahu. masa bodoh lah “Syukurlah kalau begitu.” Jean tidak menjawab dia malah memperhatikan stylist Raiden yang pontang panting kesana kemari menyiapkan perlengkapan Raiden Dia gemas sendiri dan dengan kesadaran nol persen dia mengajukan diri mungkin setelah ini dia akan menyesalinya. “Biarkan aku membantu membersihkan make up-nya.” “Ouh terimakasih banyak Bu Jean!, aku akan mengambilkan pakaian gantinya.” Sepeninggalan Stylist Raiden, Jean dengan canggung mendekati Raiden yang sekarang sudah duduk di kursi di depan kaca rias, masih menunggu untuk dibersihkan make-up nya. “Katakan jika aku menyakiti mu oke.” ujar Jean, matanya fokus ke earing Raiden bersiap melepaskannya. Raiden hanya mengangguk kecil memiringkan wajahnya, agar Jean dapat dengan mudah melepaskannya. “Aduh..” “Apa aku menyakiti mu?” “Baju aku sepertinya menyangkut pada kalungnya.” Jean menunduk melihat, bandul kalung itu tersangkut pada kancing depan kemeja Raiden “Raiden jangan bergerak-gerak kalau kamu terus bergerak aku akan sangat sulit melepaskannya.” Jean memperingatkan, dia tanpa sadar memegang salah satu pundak Raiden, tangannya yang lain sibuk mengurai benang yang menyangkut pada kalung Raiden “Jean..” “Sebentar Raiden.” Jean terlalu fokus hingga tidak menyadari posisi mereka yang begitu dekat, bahkan ketika salah satu lengan Raiden dengan terang-terangan melingkari pinggang nya, Jean masih tidak sadar. Nafas hangat Raiden melewati telinganya menyebabkan Jean tersadar dan segera ingin menjauhkan tubuhnya, dia melotot ketika Raiden malah menekannya maju membuat dia hampir terjungkal ke depan jika tangannya tidak bertumpu pada kedua pundak Raiden. “Kamu apa-apaan sih.” Jean kesal, tapi dominan malu. Dia tidak bisa melihat Raiden dari jarak sedekat itu ia tidak bisa, walaupun dia bukan seorang penggemar bagaimanapun tidak ada wanita yang akan menolak pesona Raiden Javas!. “Aduh Jean jangan main kekerasan lagi dong.” Raiden buru-buru melepaskan tangannya dari pinggang Jean sebelum gadis itu benar-benar memukulnya. Jean menurunkan kepalan tangannya dan menyeringai senang, melihat Raiden cemberut sambil membuang muka setelah dengan sekuat tenaga Jean mendaratkan pukulan keras di bahu pria itu. “Jangan macam-macam makannya!.” Peringat Jean lalu ia meraih oil based remover menuangkannya di cotton pad dengan lambat mengusap wajah Raiden, pria itu sedang memejamkan mata begitu cotton pad itu menyentuh kelopak matanya. “Sebenarnya mama memberikanku tiket.” “Tiket apa?” Tanya Jean menyeritkan keningnya tidak paham, tangannya beralih mengambil kapas dan Cleanser mengusap wajah Raiden ringan membersihkan bedaknya. “Honeymoon.” Raiden membuka matanya perlahan ketika pergerakan tangan Jean berhenti tepat di sudut bibir Raiden Jean terpaku sejenak sebelum kembali melanjutkan mengambil Toner dan mengaplikasikannya ke wajah Raiden, tanpa suara terus seperti itu hingga Jean selesai mengaplikasikan moisturizer. “Katakan sesuatu Jean.” Raiden menahan pergelangan tangan Jean yang merapikan kapas kotor di meja bersiap membuangnya. “Memangnya apa yang ingin kamu dengar?” Suara Jean rendah namun tentu saja anggota Seven Antres yang lain pasti mendengarnya. Apalagi Andaru yang duduk tepat disamping Raiden, yang sedari tadi kelihatan pura-pura sibuk dengan Handphone nya padahal dia hanya scroll up dan scroll down tidak melakukan apapun. Untuk sejenak Raiden melupakan fakta bahwa mereka di tempat umum, banyak pasang mata dan telinga yang mendengar percakapan mereka walaupun yang ada di dalam ruangan ini adalah staff dan orang-orang yang terpercaya tapi kan tidak enak juga jika harus berdebat padahal mereka sudah menikah— pikir Raiden begitu – “Setelah acara ini aku cuti, jadi kemungkinan besar kita bisa berangkat liburan.” “Aku tidak bisa cuti lagi, pekerjaan ku menumpuk.” Menghela nafas pasrah, Raiden sudah menduga akan penolakan terang-terangan Jean hidup hampir dua minggu bersama Jean. Raiden jadi tahu tindak tanduknya. “Ya sudah, aku ganti pakaian dulu kita pulang.” Raiden berdiri meraih pakaian yang di sodorkan stylistnya dan berlalu ke kamar ganti. “Lagi?” “Ya maaf?” Jean menoleh dengan gerakan cepat ketika Andaru bersuara pelan namun cukup untuk di dengar Jean. “Sampai kapan kamu akan menyangkal pernikahan kalian?” suaranya pelan namun terdengar mengancam untuk Jean, dari awal Jean tahu bahwa anggota Seven Antres yang bernama Andaru ini kelihatan tidak suka padanya. “Pernikahan Hera Hartanto sebenarnya.” koreksi Jean, dia membelakangi Andaru pura-pura sibuk membereskan kapas dan tisu yang berserakan. Jean takut dengan aura intimidasi yang dilancarkan Andaru, pria itu berbeda dengan yang sering Jean lihat di TV. “Nama mu lah yang disebut saat upacara pernikahan bukan Hera Hartanto kalau kamu perlu diingatkan.” Iya Jean tahu! Tidak perlu diingatkan. Jean mengatupkan bibirnya rapat berusaha keras untuk tidak terpancing. “Dasar kekanak-kanakan.” Jean geram tidak tahan lagi dengan hentakan kaki dia menjauhi Andaru dan berakhir di sudut ruangan dengan wajah memerah karena marah. “Jangan diambil hati, Bang Andaru hanya terlalu menyayangi Raiden dia tidak ingin Raiden terluka.” Tepukan lembut di bahunya sedikit meredakan emosi Jean, dia tersenyum tipis menghargai Ramon yang mencoba menghiburnya – anggota Seven Antres yang paling bijaksana diantara yang lain– “Terimakasih banyak Ramon.” “Jean, ayo pulang ke rumah...”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD