Hal pertama yang Jean lihat ketika membuka mata adalah wajah Raiden Javas yang berjarak tipis dari wajahnya. Bahkan Jean dapat merasakan hembusan nafas hangat pria itu menyapu wajahnya, senyumnya tanpa sadar mengembang. Jean tidak menyangka mlihat wajah bangun tidur Raiden se menyenangkan ini rasanya. Raiden mengerjap kan matanya, matanya sayu kelihatan lelah namun disaat yang bersamaan ada tatapan khawatir disana. "Pagi Jean, kamu baik-baik saja?" Jean yang masih dalam tahap mengumpulkan kesadarannya, mengangguk sambil mengedipkan matanya berulang mencoba memfokuskan pandangannya yang mengabur. "Kamu menangis terus, dan kelelahan." Raiden menempelkan tangannya di pipi Jean lalu mengusap kelopak matanya lembut, "Dan mata kamu sembab." Jean menahan nafas, tidak siap dengan tinda

