Chapter 38

1168 Words

Arka POV Gue melangkah cepat keluar dari bandara. Dari tadi si bom atom isian curut kesayangan gue gak berhenti telfonin gue. Hari ini gue memang udah pulang setelah flight selama 4 hari. “Lama banget sih,” omel Selena waktu gue udah ada dihadapannya. Bukannya disambut sama pelukan, ciuman, atau elusan manja, malah di omelin. Perasaan ini belum tanggalnya dia datang bulan, tapi kenapa dia sensi banget? “Kenapa sih sayang ngomel-ngomel aja sejak ditelfon tadi? Bukannya meluk atau apa gitu, emangnya gak kangen?” “Kangen,” kata dia dengan suara manjanya yang bikin gue gemes. Dia langsung meluk gue erat yang langsung gue bales gak kalah erat. Nah gini dong kan enak. “Aku mau ngomong serius sama kamu,” kata Selena. “Yaudah kita cari tempat buat ngobrol dulu ya,” gue langsung gandeng tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD