Setelah pertemuanku dengan dengan Rachel beberapa jam lalu yang membuatku justru semakin diliputi oleh perasaan yang semakin tak menentu, kini aku aku tengah berada di perjalanan pulang. Tujuanku adalah satu rumah bunda. Sejujurnya sejak aku menikah dengan Deva, aku cukup sering mengunjungi kediaman Bunda. Seminggu aku harus memiliki konsistensi untuk berkunjung ke bunda minimal 2 kali dalam seminggu. Tapi sejak aku mengetahui jika di dalam perutku ada sosok kecil yang tengah menggantungkan hidup dan nyawanya untukku, kini aku mulai jarang mengunjungi bunda. Bahkan satu minggu ini aku sama sekali tidak pernah berkunjung ke rumah Bunda mengingat jarak rumahku dan Deva cukup jauh dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk sampai ke sini. Dan sekarang karena ada waktu, karena aku diliburka

