Hari Senin adalah hari yang paling padat di sechedule Emily, walaupun hari-hari lainnya pun tak kalah padat dengan hari Senin. Namun Entah kenapa Emily merasakan jika hari ini akan berjalan lebih lamban dari hari biasanya dan akan tampak menyebalkan dengan kehadiran pria dewasa di ruangannya. Seperti rutinitasnya, Emily duduk di kursi kebesaran. Memusatkan pandanga ke laptop dengan jari-jari yang terus bergerak cekatan di atas keyboard. Bola matanya bergerak beraturan. Memindai kertas di atas meja dan layar laptop secara bergantian. Terlihat fokus, namun kenyataannya tidak benar-benar fokus. Pikirannya terganggu oleh keberadaan adik iparnya. Sesekali matanya bergerak mencuri pandang ke arah pria yang tengah duduk melamun menatap jendela kaca. "Daripada melamun, ambil buku tentang bisni

