21.

1531 Words

Vienza tidak melihat ponselnya saat dia bangun dipagi hari. Setelah dia mandi dan sholat subuh, dia menyiapkan sarapan untuk Akhtar dan dirinya. Sore ini mereka akan ke New york dan Vienza ingin memberikan kejutan untuk adiknya tercinta itu. Akhtar bangun, dia berjalan ke pantry mencium bahu Vienza sambil memeluknya. Mandi dulu, lalu kita sarapan bersama. Akhtar tidak beranjak pergi, dia masih terus menciumi leher Vienza. "Ah.. Aku lupa sayang. Tadi ibundamu menelpon dia menyuruhmu menelpon balik." Vienza lalu melepaskan pelukan Akhtar dia bermaksud ingin mengambil ponselnya. Tapi Akhtar menahan tubuhnya. "Mau kemana sayang?" Akhtar menyentuh bibir Vienza. Membuat Vienza menginginkan hal yang sama. "Ehm... Akhtar aku ingin menelpon ibunda." Akhtar memberikan ponselny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD