Pertanda

2434 Words

Angin berhembus kencang memberantakan rambut Rigel. Di balkon apartemennya, Rigel sedang duduk seorang diri. Menatap kosong gemerlap Ibukota. Sebuah tawa keluar dari mulut Rigel. Bukan karena Rigel menemukan sesuatu yang lucu tetapi tertawa karena menyadari betapa bodohnya Rigel yang terus-menerus dipermainkan oleh Elnath. Selama ini Rigel masih bisa menerima semua perlakuan Elnath dan berusaha untuk memakluminya karena mengingat ada bagian penerbitan yang sedang Elnath perjuangkan keberadaannya. Tetapi tidak dengan kali ini, Rigel merasa Elnath sudah benar-benar melewati batas dengan menyelidiki Rigel diam-diam. “Arggggghhhhhhhh..........” Rigel mengacak rambutnya kesal. Sejak pulang dari kantor, Rigel tak bisa berhenti memikirkan sejauh mana Elnath mengetahui tentang Rigel. Satu batang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD