" Maaf tuan, nona Ghea bisa diselamatkan. Tapi calon bayinya tidak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Anda bisa menemuinya di dalam." Tutur dokter membuat Bian mengusap rambutnya jengah. Perlahan, ia membuka knop pintu dan mendapati Ghea yang tampak duduk dengan wajah pucat dan memar di beberapa bagian tubuhnya " Ghea aku harap kau baik baik saja. Maaf aku tidak bisa melakukan apapun untukmu." Bian memegang lengan putih Ghea yang terasa dingin. Gadis itu hanya diam dan mematung tanpa menjawab sepatah katapun. " Kalau kau mau beristirahat, aku akan ke luar. Atau kau ingin aku memberi tahu Noah tentang hal ini?" Tanya Bian. Ghea langsung menatapnya dengan kening berkerut " Noah? Apa dia bahkan mau tahu tentang keadaanku?" Tanyanya emosi Bian menghela napas " Bian kau mau menolong

