Di Antara Dua Pilihan - Sebuah Jawaban "Halo, Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam. Maaf, saya gangguin kamu, padahal tadi siang kita sudah ngobrol lama. Karena saya nggak sabar pengen tahu apa keputusan kamu. Mama saya juga barusan telepon untuk bertanya." Sarah mengulum senyum. Sambil melangkah ke dekat jendela kaca di ruang keluarga. Menyibak sedikit gorden dan menatap hujan di luar. "Bapak memberikan restunya, Pak Daniel. Saya sudah tanya dan beliau mau ikut saya kalau sudah menikah nanti. Tapi saya tahu, sebenarnya beliau sungkan ikut tinggal di rumah Pak Daniel." "Kenapa harus sungkan. Itu rumah saya pribadi. Hanya ada kita, anak-anak, dan beberapa pekerja di sana. Orang tua saya tinggal terpisah. Tolong yakinkan Bapak." "Insyaallah." "Jadi kamu setuju kalau kita lamaran dan

