Mereka saling pandang penuh kehangatan. Marisa bangga dengan pemikiran suaminya. Realistis dan tidak mengedepankan egonya sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga. "Kamu yakin Mbak Sarah bakalan merespon positif?" tanya Aksara sambil menyelipkan rambut di belakang telinga sang istri. "Semoga saja. Sudah waktunya Mbak Sarah menemukan kehidupan baru. Move on dari masa lalunya. Enam tahun sudah dia menjadi single parent. Bersama Pak Daniel, mereka bisa saling melengkapi. Fatimah juga punya ayah yang bisa memberinya kasih sayang dan perlindungan. Kalau Pak Daniel mementingkan dirinya sendiri, mungkin ia sudah menikah, Mas. Sekarang dia nggak hanya mencari istri, tapi juga ibu untuk anak-anaknya." "Pak Daniel sering mengajakmu curhat?" "Enggak. Baru tadi pagi ngajak ngomong aku mengen

