= ALASAN =

1736 Words
Laras yang baru saja sampai di kantor langsung menghampiri Fahrial yang sudah duduk di tempat kerjanya. Laras nampak begitu serius, ia menarik kursi untuk duduk di hadapan Fahrial. “ Fahri! “ Fahrial agak kaget. “ Kenapa, Ras? “ Laras tarik nafas dulu sebelum bicara. “ Kiara punya kakak atau adik laki – laki gak? “ tanya Laras untuk memastikan dulu karena Laras tidak mau berprasangka buruk kepada Kiara, barangkali lelaki yang tadi Laras lihat berpelukan mesra bersama Kiara di depan restauran adalah saudara kandung Kiara. “ Tidak, Kiara anak tunggal. Ada apa emang? “ “ Aku tidak bermaksud untuk mengadu domba, tapi tadi aku tak sengaja melihat Kiara berpelukan dengan seorang lelaki di depan restaurant. Sepertinya mereka habis makan di sana. “ Jelas Laras dengan berat hati karena dia yakin setelah mendengar ini pasti Fahrial akan bersedih atau kecewa. Fahrial tertegun atas apa yang baru saja Laras beritahu. “ Awalnya aku fikir lelaki itu adik atau kakaknya Kiara, tapi ternyata kamu bilang Kiara anak tunggal. Satu hal yang membuat aku kaget adalah mereka berdua terlihat sangat mesra. “ Tambah Laras. Jujur, tidak ada niatan bagi Laras untuk memperkeruh keadaan, hanya saja Laras tak mau Fahrial di bodohi jika ternyata Kiara memang berselingkuh. Meskipun Fahrial belum tahu kebenarannya, tapi membayangkan Kiara berpelukan dengan seorang lelaki saja sudah membuat hati Fahrial bagai terbakar. Fikiran Fahrial mendadak kacau, bahkan dia jadi tak bersemangat untuk bekerja karena yang ada di benaknya saat in ingin segera pulang untuk bertanya langsung pada Kiara dengan siapa tadi Kiara bertemu di restaurant saat Fahrial bekerja. “ Fahri? “ panggil Laras karena sahabatnya itu hanya diam saja. “ Um, i—iya. “ Fahrial memijat pelipisnya. “ Kepalaku jadi mendadak sakit. “ Tuturnya. “ Maafin aku ya. “ Laras jadi tidak enak hati. “ Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih, tapi—“ “ Kamu tidak perlu minta maaf, Ras. Justru aku sangat berterima kasih karena itu artinya kamu perduli denganku. “ Balas Fahrial dengan suara tak bertenaga. “ Aku berharap lelaki itu bukan siapa – siapanya Kiara atau mungkin saudara jauhnya. “ Celetuk Laras supaya Fahrial tidak terlalu cemas. “ Nanti aku akan tanya langsung sama Kiara. “ “ Ya, kamu harus tanyakan itu supaya tidak terjadi kesalahfahaman. “ Fahrial mengangguk setuju, ia mencoba untuk tetap tenang dan berfikiran positif. ** Kiara duduk santai di balkon sambil memainkan ponselnya. Dia sibuk chatan dengan Beckham, bahkan senyum gadis itu tak berhenti tercetak di wajahnya. “ Ya ampun, Beckham gemesin banget, sih. “ Ucap Kiara di saat Beckham mengirimkan pesan berisi rayuan – rayuan membuat pipinya jadi merona meski hanya berupa teks saja. Tak lama, ia mendengar bunyi pagar rumahnya di dorong. Kiara pun bangun dari duduknya untuk melongok ke bawah dan ternyata itu adalah Fahrial yang baru saja pulang kerja. “ Duh, dia udah pulang lagi. “ Kiara buru – buru menghapus seluruh chatnya dengan Beckham meskipun Fahrial tidak akan berani membuka pesan di ponselnya, tapi Kiara melakukan itu untuk berjaga – jaga saja. Kiara kembali duduk di bangku yang ada di balkon sambil memainkan ponselnya tetapi tidak chatan lagi dengan Beckham melainkan membuka aplikasi sosmed lainnya. “ Kiara? “ Fahrial baru saja datang, lelaki itu berdiri di ambang pintu balkon. “ Hm? “ Kiara menoleh menunjukkan ekspresi datar. “ Ada yang mau aku bicarakan. “ Kata Fahrial. “ Ayo kita bicara di dalam. “ Ajak Fahrial yang sudah berjalan masuk lebih dulu ke dalam kamar. Sementara itu Kiara jadi panik sendiri karena takut Fahrial akan kembali membahas soal perceraian. “ Aduh, semoga dia gak benar – benar menceraikan gue, deh. “ Harap Kiara, ia berjalan masuk ke dalam dengan perasaan cemas. “ Duduk. “ Fahrial menepuk ruang kosong di sebelahnya untuk Kiara. Kiara menurut saja, ia duduk tepat di samping Fahrial. “ Ada apa, Fahri? “ Fahrial menatap Kiara secara mendalam, rasanya sakit sekali jika memang benar Kiara bertemu pria lain bahkan bermesraan di saat dirinya sedang bekerja untuk mencari nafkah serta membahagiakan Kiara. “ Apa saja kegiatanmu hari ini? “ tanya Fahrial basa – basi terlebih dahulu agar tidak terlalu tegang. Kiara menghela nafas pelan, tadi dia sudah cukup panik kalau Fahrial akan membahas perceraian tetapi ternyata Fahrial hanya bertanya hal yang tidak penting. “ Tidak ada yang menarik. “ Jawab Kiara. “ Kamu tidak pergi kemana – mana? “ Fahrial mulai memancing melalui pertanyaan – pertanyaan yang menjebak, ia ingin tahu apakah Kiara akan jujur padanya atau tidak. Kiara sempat berniat untuk berbohong tetapi dia menjawab secara jujur. “ Aku pergi ke luar untuk makan siang. “ Jawab Kiara karena yang terpenting Fahrial tidak tahu dengan siapa dia pergi. “ Makan siang dengan siapa? “ Fahrial memperhatikan kedua bola mata Kiara bergerak ke kanan dan kiri seperti sedang berfikir untuk mencari alasan yang tepat dengan siapa gadis itu pergi. “ Sama teman. “ Kiara menjawab seadanya saja. “ Cewek atau cowok? “ Kiara memicingkan matanya menatap Fahrial. “ Emang kenapa? tumben banget kamu banyak tanya seperti itu? “ “ Jawab aja. “ Fahrial memasang wajah serius. “ Temen kamu cewek atau cowok? “ ulang Fahrial. “ Ya, cewek, lah. “ Jawab Kiara lagi, ia tidak tahu saja kalau Fahrial dapat info dari Laras dengan siapa Kiara pergi dan Fahrial juga sangat yakin kepada Laras karena sahabatnya itu tak mungkin berbohong melihat Kiara keluar dari restauran bersama seorang lelaki. “ Aku tidak percaya. “ balas Fahrial. Kiara tersenyum miring. “ Aku tidak memaksamu untuk percaya atau tidak, Fahri. “ “ Kamu makan di restauran dengan seorang pria, kan. “ Fahrial langsung membeberkan fakta tersebut, seketika Kiara tertegun mendengarnya. Mata Kiara melebar sempurna. “ Da—darimana kamu tahu? “ tanyanya panik. “ Jadi benar, kalau kamu makan siang dengan seorang lelaki? “ Kening Fahrial berkerut, tatapannya semakin mendalam. “ Siapa pria itu? “ “ Pria yang mana, sih? “ Kiara berlagak tidak tahu – menahu. “ Pria yang kamu peluk mesra di depan restaurant. “ Jelas Fahrial semakin membuat Kiara terpaku. “ Fahrial, kamu ini ngomong apa, sih? “ Kiara nampak gugup dan cemas sendiri karena tebakan Fahrial benar adanya. “ Siapa… Pria… Itu…, Kiara! “ seru Fahrial penuh penekanan. Fahrial sudah menyiapkan hatinya untuk mendengar kenyataan yang sepertinya akan membuatnya terluka. Kiara memejamkan matanya sambil menggigiti bibirnya karena bimbang harus bagaimana. “ Kiara! “ tegas Fahrial sontak membuat Kiara mengangkat bahunya karena terkaget. “ A—aku makan siang sama Ody. “ Bohong Kiara. “ Ody? “ Fahrial menaikkan satu alisnya saat mendengar nama Ody yang Fahrial ketahui pria itu memiliki gelagat seperti seorang perempuan meskipun si Ody berjenis laki – laki. “ Iya, Ody. Kamu tau kan, dia itu kayak perempuan tingkahnya dan kamu juga pernah lihat sendiri waktu kita ketemu di supermaket, Ody cium pipi kanan dan kiri ku. “ Kiara berusaha menjadikan Ody sebagai alasannya agar Fahrial tidak beranggapan bahwa dia bermain dengan pria lain di belakangnya. Seketika Fahrial bisa bernafas lega walaupun tetap tidak menyukai jika Kiara berpelukan mesra dengan Ody yang bertingkah seperti wanita karena biar bagaimanapun Ody itu laki – laki. “ Aku fikir kamu berpelukan dengan siapa. “ Tutur Fahrial menghela nafas berat. “ Aku hampir frustasi memikirkannya. “ Tambah Fahrial karena memang perasannya begitu kacau sebelum dia mengetahui pria yang berpelukan dengan Kiara adalah Ody. “ Ck, aku dan Ody sudah biasa seperti itu. Lagian, kamu tau darimana informasi aku makan di restauran? “ tanya Kiara penasaran siapa yang sudah mengadu pada Fahrial. “ Informasi dari Laras. “ Jawab Fahrial. “ Laras sedang pergi ke apotek dan tidak sengaja melihat kamu bersama lelaki. Mungkin dia melapor ke aku karena takut kalau kamu berselingkuh di belakangku. “ Ungkap Fahrial. Kiara langsung mengingat wajah Laras si perempuan berkerudung yang berstatus sahabat Fahrial. ‘ Kurang ajar sekali si Laras! Untung saja aku pintar mengelak. ‘ Batin Kiara penuh kemenangan karena berhasil menarik dirinya keluar dari zona bahaya. “ Kia? “ Fahrial menggeser duduknya agar lebih dekat, ia meraih tangan Kiara lalu dia genggam erat. “ Maafin aku soal kejadian semalam ya. “ Kiara melirik tangannya yang sudah bertaut dengan Fahrial, ia ingin menariknya tetapi lelaki itu baru saja meminta maaf kepadanya. “ Ya, aku juga minta maaf. “ Balas Kiara. “ Apa kita akan tetap bercerai? “ Kiara langsung bertanya hal tersebut karena itu yang saat ini menggangu fikirannya. “ Tidak. “ Fahrial menggeleng cepat. “ Aku tidak mau berpisah denganmu, Kiara. Aku janji tidak akan pernah mengucapkan kata cerai lagi di saat kita berdebat atau sedang menghadapi masalah. “ ‘ Baguslah kalau begitu. Setidaknya jika besok – besok ada masalah, Fahrial tidak akan menceraikanku karena sepertinya dia sangat takut kehilanganku. ‘ Ucap Kiara dalam hati, bukannya merasa terharu atas kebijakan yang baru saja Fahrial katakan, justru Kiara malah memanfaatkan ketulusan Fahrial. Kiara hanya membalas ucapan Fahrial tadi dengan senyuman. “ Kia, aku harap kamu tidak berpelukan lagi dengan Ody karena itu membuatku sangat cemburu. “ Fahrial mengutarakan isi hatinya. Kiara terkekeh ketika melihat wajah Fahrial Saat berbicara tentang perasaan cemburunya membuat tampang lelaki itu nampak memelas seperti anak kecil yang sedang meminta di belikan sesuatu oleh orang tuanya. “ Kamu kenapa ketawa? “ tanya Fahrial padahal dia merasa tidak ada yang lucu. “ Muka kamu ngeselin. “ Kiara mengusap kasar wajah Fahrial sedangkan Fahrial sendiri bukannya marah malah merasa senang. “ Tapi, tetep ganteng, kan? “ ledek Fahrial. “ Kepedean. “ Kiara memutar kedua bola matanya. “ Kia, nanti malam kita makan di luar yuk? “ ajak Fahrial supaya hubungan mereka berdua menjadi lebih dekat karena sejauh ini Kiara dan Fahrial jarang sekali pergi berduaan. “ Umm… Boleh. “ Kiara mengangguk setuju karena dia juga tidak ada kegiatan. “ Yes! “ Fahrial mengayunkan tangannya karena bahagia Kiara tidak menolak ajakannya meski sebelumnya dia cukup takut untuk mengutarakannya. “ Yaudah sana kamu mandi. “ Suruh Kiara. “ Siap istriku yang cantik! “ Fahrial berdiri, sebelum melangkahkan kakinya, secara tiba – tiba Fahrial langsung mencium saja pipi Kiara. CUP. Kiara memegang pipinya yang baru saja di kecup tanpa izin oleh suaminya. “ FAHRIAL! RESE BANGET YA KAMU! “ jeritnya kesal sendiri sedangkan Fahrial sudah berlari masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Fahrial membersihkan diri sambil bersenandung, ia fikir saat pulang ke rumah akan terjadi perdebatan lagi soal dengan siapa Kiara pergi ke restauran tetapi untungnya keadaan baik – baik saja, apalagi setelah Fahrial tahu kalau Kiara pergi bersama Ody. Bagian yang paling membuat suasana hati Fahrial gembira adalah malam ini dia akan makan di luar bersama Kiara, ya hitung – hitung sebagai Quality Time bersama sang istri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD