32 : Samirah

974 Words

Di sisi lain, ada pula seorang gadis yang duduk di kasur dengan tatapan kosong mengarah ke depan. Ia hidup, tapi seolah raganya hanya mengikuti perintah orang lain, ia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Samirah, setelah berhari-hari ia diletakkan di padepokan milik Ki Rampah, kesehatannya sama sekali tak membaik. Justru Samirah menjadi lebih buruk dan semakin tak mengenal dirinya sendiri. Wajahnya pucat pasi, bibirnya kering dan pecah-pecah, rambutnya juga kusut seperti tak dirawat beberapa hari. Samirah terkena jampi-jampi milik Ki Rampah, ia semakin diperdaya dan dihilangkan akal pikirannya. Ki Rampah memperalat Samirah untuk mensukseskan ritual persembahan yang dilaksanakan lusa. Telinga Samirah bergerak-gerak, seperti ditiup oleh angin. Ia langsung melotot sempurna,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD