Sepulang dari sungai, Seruni langsung masuk ke dalam rumah dengan hati yang dongkol. Gadis itu bahkan mengabaikan Amel yang sedang bertanya darimana saja dirinya. Sedari tadi Amel dan Yudi mencari-cari Seruni, bagaimana tidak? Seruni hilang bersama dengan Dayu, sebagai seorang sahabat maka Amel sangat mencemaskan Seruni. Namun, tepat saat Amel membuka pintu rumah, ia dikagetkan dengan kedatangan Seruni yang tiba-tiba saja muncul dengan ekspresi kesal. “Run, kamu tadi darimana?” Amel mengekori Seruni sampai di kamar. Seruni mendudukkan dirinya pada tepian ranjang, tangannya menopang di sisi sebelah badannya. Ia masih jengkel dengan Dayu, lelaki itu selain pendiam juga ternyata menyimpan mulut pedas. “Seruni!” Amel menggoncang tubuh Seruni agar gadis itu mengalihkan atensi padanya.

