19. Semesta Berpihak

1174 Words

Kelopak mata perempuan yang tengah terbaring di atas kasur empuknya itu bergerak perlahan, sebelum akhirnya keduanya terbuka dengan sempurna. Manik mata kecokelatan itu berpendar mengelilingi setiap sudut kamarnya yang d******i oleh warna peach itu. Seingatnya, ia semalam berada di taman kota, bermain kembang api di sana. Tapi kenapa tiba-tiba ia terbangun di kamarnya di pagi hari seperti ini. Apa semalam ia bermimpi? Perempuan itu mendesis ketika rasa ngilu itu kembali menjalari kepalanya. Ia lantas berusaha untuk mengubah posisinya menjadi duduk dengan kepala yang bersandar pada ujung ranjangnya. Jemari perempuan itu meraba nakas yang ada di samping tempat tidurnya tatkala ia merasakan tenggorokannya yang kering dan ingin meneguk segelas air. Ia lalu berdecak ketika tak menemukan apa y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD