15

1112 Words

Cahaya lampu adalah hal pertama yang Ovie lihat ketika ia membuka matanya. Ia mencoba mengerjapkan matanya sembari melihat ke sekelilingnya. Tenggorokannya yang kering membuat Ovie malas untuk memanggil Siti yang sedang memainkan ponselnya di sofa. Jadi, sebagai gantinya, Ovie menggerakan tubuhnya dan mencoba untuk duduk. "Non!" Bi Siti langsung sigap membantunya ketika menyadari bahwa nonanya sudah bangun. "Saya ambilin minum, ya," katanya. Ovie segera meminum segelas air putih yang sudah Siti sediakan dan membasahi tenggorokannya dengan itu. "Bibi bawa aku ke sini?" Siti menggeleng sembari meletakan kembali gelas itu di atas nakas. "Tuan Kevin yang bawa Nona. Pagi-pagi sekali." Ovie hanya bisa mengangguk lemah. Ia sudah pasrah jika nanti harus mendengar ocehan Kevin mengenai dia yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD