"Siapkan diri kamu. Malam ini, habis kamu di tanganku." Bukan cuma kalimat yang asal keluar dari mulutnya atau sekedar ancaman tidak berarti. Benar saja, Richard membawa Glory ke sebuah gedung tinggi dan mewah lalu setengah menyeretnya saat mereka menuju ke lift yang ternyata transfaran. Glory tidak sempat bertanya apa-apa karena matanya sibuk mencari petunjuk apapun dari yang dia lewati. Dia menghapalnya dan akan menjadikan itu sebuah clue nanti saat dia melaporkan Richard yang akan menghabisinya. Tidak terasa lift yang mereka tumpangi tiba di lantai tujuan dan lagi-lagi Richard menyeret Glory keluar dari kotak kaca itu. Glory tidak tahu ini lantai berapa dan ruangan apa karena sebelum bertanya, dia sudah di dorong masuk tepat ketika pintu berhasil di buka dengan sidik jari Richard.

