Pukul 03:14 pagi, Dylan memasuki ruang kamarnya dengan dahi berkerut bingung. Gelap dan bau alkohol sangat menyengat indra penciumannya. Klik. Dylan menyalakan saklar lampunya. Dan saat itu, penampakan yang begitu mengerikan di lihatnya. Brighita tertidur di lantai dengan sebotol champagne yang tergeletak di samping gadis itu. Jantung Dylan berdesir melihat penampilan Brighita yang sangat putus asa itu. Apa ia sudah terlalu jauh menyakiti Brighita? Dylan membawa tubuh dingin Brighita ke dalam gendongannya. Begitu ringan dan rapuh. Oh God, apa yang telah ia lakukan pada gadis malang ini. Setelah merebahkan tubuh Brighita, Dylan menyempatkan diri untuk memandangi wajah kecil istrinya itu. Menyibakkan anak rambut yang menghalangi penglihatannya. Memberikan usapan-usapan kecil pada pipi t

