Setelah semua orang pergi , akhirnya Diva pergi dari kamar Carl . Ia meninggalkan Carl yang sudah tertidur di sofa .
Di kamar Diva.
Diva langsung masuk ke kamar mandi, ia sudah menunggu lam untuk mandi. Carl tidak memberinya izin menggunakan kamar mandinya.
Di dalam kamar mandi
Diva merendam seluruh tubuhnya.
"Andai hari ini hari pernikahan aku dengan mu ,pasti aku akan sangat bahagia bisa mendapatkan suami seperti mu ". ujar Diva memikirkan temannya.
Diva juga memiliki cinta pandangan pertamanya yaitu sahabatnya sendiri. Diva sudah sangat lama menyukainya, tetapi Ali hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Abi itu cinta pertama Diva yang membuat Diva berubah dari seorang gadis yang sangat sadis dan di takuti berubah menjadi gadis yang sangat lembut.
Keesokan harinya
Diva menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya.
Diva sudah bangun dari jam 3 pagi dan langsung memasak karena ia akan pergi kerja.
Carl turun dengan menggunakan jas hitam putihnya. Carl langsung menuju ke meja makan.
"Mengapa kau memakai pakaian kerja ?" ujar Carl yang melihat Diva menggunakan pakaian kerja.
"Kalau seseorang memakai pakaian kerja pasti mereka akan bekerja bukan ? jadi, menurut anda saya akan di rumah terus tanpa melakukan sesuatu ?"" ujar Diva dengan sorotan mata yang tajam.
Carl hanya terdiam dan langsung menyantap sarapannya , dan tidak melihat Diva lagi.
Setelah Ali mengatakan bahwa ia menganggap Diva sebagai adik perlahan-lahan sikap Diva kembali seperti dulu, wanita yang sangat dingin.
Setelah sarapan mereka pergi dengan mobil mereka masing-masing.
Sekarang Diva bukan menjadi seorang sekretaris melainkan ia menjadi seorang bos di perusahaan papa suaminya. Kerena Pak Burhan sudah memberikan perusahaan tersebut sebagai mahar untuk Diva ketika menjadi istri Carl .
Di ruang Diva.
" Apa sekertaris pribadi saya akan segera datang hari ini". ucap Diva kepada bawahannya.
"Iya Bu, dia akan datang sebentar lagi " ujar karyawan tersebut.
Diva menyuruh karyawannya untuk pergi dari ruangannya.
"tok,tok,tok, permisi Bu "ujar seorang tamu.
"Silahkan masuk " ucap Diva yang masih fokus dengan berkasnya.
"Ini Diva kan , Adiva Akilah ". ujar tamu tersebut yang terkejut melihat Diva.
"Lala, kamu yang akan jadi sekertaris aku " ujar Diva yang tidak percaya ternya Sekertarisnya temannya sendiri.
Mereka berpelukan melepaskan rindu yang sangat dalam . Mereka sudah tidak berjumpa lagi selama 2 tahun terakhir.
"Wah, sekarang teman aku jadi bos nih di perusahaan yang cukup besar " ucap Lala melepas pelukannya.
" Ini semua hanya sementara " ucap Diva
" Maksudnya ?" ucap Lala yang bingung dengan perkataan Diva.
"Aku jadi bos hanya karena aku menikah dengan anak dari bos ku yang sudah meninggal. Aku diberi wasiat untuk menikah dengan putranya. " ujar Diva yang menceritakan semuanya kepada temannya.
Diva mulai menceritakan dari awal ia bekerja sampai ia menikah.
" Oh, gitu, jadi kamu nikah karena wasiat. Tapi yang aku dengar sih anak dari yang punya perusahaan ini tampan banget loh. " ujar Lala yang begitu ceria.
"Iya, gue akui mas Carl tampan , tapi Lo enggak bisa miliknya . Karena dia itu punya kekasih. " ujar Diva yang membuat Lala sedih.
"Ya, udah punya kekasih....... jadi elo gimana". ucap Lala
"Ya gitu " ujar Diva dengan singkat.