episode 3

513 Words
" Diva ..... kamu kok bicaranya enggak jelas sih " ujar Lala yang kesal dengan jawaban Diva. "Sekarang saya ini bos kamu , dan kamu bawahan saya. Saya minta kalau di kantor kita hanya akan fokus dengan satu hal yaitu kerja . Kalau ingin membahas hal lain , itu boleh dilakukan ketika bukan jam kerja.". ucap Diva yang sudah sudah seperti bos sungguhan. Lala terdiam, ia tahu kalau temannya sangat tidak suka ada yang membantah ucapannya. "Baik , kalau begitu ini semua tolong kamu kerjakan karena kita akan meeting siang ini. Ingat ini tugas yang sangat penting. " ucap Diva dengan tegas. Lala langsung mengambil berkas tersebut lalu pergi ke ruangannya. Jam 14:25 Ini adalah meeting pertama Diva setelah menjadi bos di perusahaan Wilson group. " Baik, kita mulai meeting " ucap Diva. satu persatu dari mereka menjelaskan konsep yang ingin di ajukan untuk perusahaan pusat. "Bagaimana tanggapan kamu Lala " ucap Diva yang ingin melihat Lala mengatasi masalah ini. Lala begitu gugup , tetapi setelah itu dia sangat percaya diri. Akhirnya semua masalah terselesaikan berkat jawaban Lala yang sangat brilian. Sore harinya. Diva memasuki rumah , ketika ia ingin melangkah lebih dalam terdengar suara seorang wanita yang sedang tertawa. Diva langsung mencari sumber suara tersebut. Ia tidak kenal dengan suara tersebut, kalau pun suara Anna atau bundanya Diva langsung mengenalinya. Diva sudah menemukan sumber suara tersebut , ternyata suara dari kekasih suaminya. " Assalamualaikum, " ucap Diva mendatangi mereka. "Lain kali kalau lagi di rumah seseorang ingat tata kerama ya, jangan seperti orang yang tidak punya tata kerama. " ujar Diva yang ingin menasihati wanita tersebut. Tapi bagi Carl itu bukan nasihat melainkan sindiran. Carl melihat kekasihnya terlihat ingin menangis akibat ucapan Diva. " Bisakah kamu enggak usah buat sakit hati orang. Kamu tahu enggak Cinta ini sangat mudah menangis kerena dia orang yang sangat lembut. Hatinya mudah tersinggung. " ucap Carl dengan nada tinggi. " Tapi saya tidak menyindirnya tuh, saya hanya menasehati . INGAT MENASEHATI. " ujar Diva yang tidak mau kalah "Sudah mas, Cinta kok yang salah . Cinta tidak bisa menahan tawa Cinta " ucap Cinta yang berusaha menenangkan Carl. Diva pergi meninggalkan Carl dan kekasihnya. Di dalam kamar Diva. Diva menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. " Uhhhhh , udah capek kerja, ingin cepat-cepat pulang, eh , sampai dirumah malah tambah emosi lihat tuh cewek. " umpat Diva yang merasa kesal. Kerena lelahnya , Diva langsung tertidur dan bangun ketika hari hampir malam. Setelah shalat Diva langsung turun untuk makan. Ketika turun hal yang pertama kali ia lihat adalah Cinta kekasih Carl. "Kamu belum pulang " tanya Diva yang melihat Cinta ikut makan dengan mereka. " Kenapa kamu yang sibuk, mau dia pulang atau tidak itu bukan urusan kamu " lagi-lagi Carl membentak Diva. Padahal niat Diva hanya ingin bertanya. Diva tidak memperdulikan ucapan Carl. " Cinta pulang kok mbak, tapi setelah Cinta selesai makan. " ujar Cinta. " Ini semua salah mas Carl " ucap Cinta dengan gaya sok imut. "Kalau ingin makan sebaiknya kamu diam ,ini meja makan bukan meja ngobrol. " ujar Diva .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD