"Akh, kenapa kepala ku selalu ada Diva sih "Carl menarik rambutnya .
Sepanjang hari Carl hanya kepikiran tentang Diva.
Malam harinya.
Carl pulang ,ia mencari Diva yang tidak terlihat .
",Kemana dia " Carl mulai mencari Diva ke penjuru rumah.
Tapi hasilnya nihil . Diva tidak ada dirumah.
"Apa dia belum pulang ?"" Ansel masih terus mencari Diva.
Ponsel Carl bergetar, ada satu pesan yang masuk.
Diva
"mas,maaf Diva hari ini enggak bisa pulang Diva lagi ada urusan penting. Jadi Diva nyuruh mbok yang masakin ,Diva udah ngasih resep nya kok. "
"Selamat malam suamiku".
pesan dari Diva.
Tanpa sadar senyuman terukir di ujung bibir Carl.
"Ngapain juga dia chat , mau pulang atau enggak ya, bukan urusan aku " Carl mematikan ponselnya.
Carl pergi ke kamarnya untuk bersihkan tubuhnya. Ya, kalau menurut saya sih kalau orang ganteng enggak mandi sehari tetap ganteng.
Di meja makan.
Diva benar-benar menyuruh mbok Ina memasak resep yang ia berikan.
"Mengapa rasanya enakkan yang buatan Diva ya " gumam Carl yang teringat masakanya Diva.
Carl merasa kesepian ketika Diva tidak ada rumah , walaupun mereka tidak sering berbicara apalagi duduk bersama, tapi bagi Carl malam itu sangat sunyi baginya.
Keesokan harinya.
Ketika Carl bangun ia mencium aroma masakan yang sangat harum.
"hummmm ,wangi banget "
Carl langsung bergegas merapikan diri dan langsung menuju meja makan.
Ternyata aroma masakan tersebut berasal dari masakan yang dibuat Diva.
"mas ,mas udah bangun " ucap Diva ketika melihat Carl yang berdiri di belakangnya.
"Kapan kamu pulang"
"Kenapa.... kangen ya, enggak jumpa Diva sehari aja udah kagen " Diva mulai berani menggoda suaminya.
" Cih, siapa juga yang kangen sama anak koruptor seperti kamu " ucap Carl
Hati Diva begitu sakit mendengar Carl selalu mengatakan kalau ia anak koruptor, Diva berusaha tidak memperdulikan ucapan suaminya.
"Iya deh " ujar Diva dengan senyuman manis di wajahnya.
Diva langsung mengambilkan makanan untuk suaminya.
"oh ya, Saya minta kamu harus pulang cepat , jika kamu tidak ada di rumah ketika saya pulang. Saya pastikan perusahaan itu menjadi milik saya ". ucap Carl dengan wajah datarnya.
"Kenapa kalau Diva pulang telat lagi, mas takut Diva selingkuh ya "ucap Diva yang semakin berani menggoda Carl.
" Cih,jangan terlalu sering mengkhayal . Saya nyuruh kamu pulang cepat , karena saya dan Cinta akan Dinar , Cinta ingin kamu yang masak untuk kami " dengan mudahnya Carl menyuruh Diva memasak untuk mereka Dinar.
Lagi-lagi Carl membuat hati Diva sakit , mana ada istri yang mau memasakkan makanan untuk kekasih suaminya .
Diva masih berusaha untuk membuat Carl mencintainya.
"Siap, Diva akan buatkan masakkan yang paling enak "ucap Diva yang berpura-pura ceria
Di kantor Wilson group
Diva termenung semenjak ia datang.
"Diva "
"Diva"
"Diva, apa kami sakit ,kenapa dari tadi wajah kami murung, ha " tanya Lala yang melihat temannya murung.
"Enggak ada " Ujar Diva yang langsung mengambil berkas di tangan Lala.
"Kau jangan bohong, aku tahu kau orang yang seperti apa " Lala merasa Diva menyembunyikan sesuatu darinya.
""Aku hanya memikirkan sesuatu yang tidak penting " Diva masih memeriksa berkas-berkasnya.
Lala yang melihat Diva yang berpura-pura fokus padahal ia sedang berbohong langsung mengambil berkas tersebut dari tangan Diva.