"Berjanjilah putri ayah akan berlayar mencintai suaminya dan berusaha menjadi istri yang terbaik " ucap ayah Diva.
Kemudian Ayah Diva pergi meninggalkan Diva.
" Ayah"
"Ayah"
"Ayah"
ucap Diva memanggil-manggil ayahnya yang tiba-tiba menghilang.
Diva terbangun dari mimpinya.
"Ya Allah itu ternyata hanya mimpi, tapi aku sangat ingin itu menjadi kenyataan. Aku merindukan ayah ." ujar Diva menetaskan air matanya.
Diva turun ke lantai bawah untuk mengambil air ,ia ingin menenangkan diri .
Diva mengambil botol minuman dan meminumnya , seketika ia ingat ucap ayahnya dalam mimpi.
" Kalau ayah menginginkan hal tersebut Diva akan berusaha semaksimal mungkin "ujar Diva dalam hatinya.
Keesokan harinya
Setelah mimpi tersebut Diva tidak bisa tidur ia memutuskan menyiapkan makanan untuk suaminya. Setelah semua masakannya selesai Diva bersiap untuk pergi ke kantornya.
Ketika ia turun ia melihat Carl yang sudah makan tanpa menunggunya.
" Bik, tumben hari ini masakannya enak banget. Bibik dapat dari mana resepnya ?"" tanya Carl yang sangar menikmati sarapannya.
" Maaf, tuan itu..... masakannya bukan bibik yang masak melainkan non Diva yang masak " ujar bik Ina
Carl tersedak mendengar perkataan bik Ina.
"Lain kali kalau makan itu pelan-pelan, kan jadinya tersedak kan "ujar Diva memberika air putih untuk suaminya.
Carl langsung meminum air tersebut.
"Tumben kamu masak biasanya kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu " tanya Carl yang binggung dengan perubahan sikap Diva.
" Diva minta maaf, Diva terlalu sibuk dengan pekerjaan Diva, mulai hari ini Diva akan berusaha menjadi istri yang baik". ucap Diva dengan nada lembut.
Carl malah semakin binggung.
Mereka langsung melanjutkan sarapan pagi mereka.
"Apa mas ingin dibawakan bekal " ucap Diva setelah selesai makan.
" Tidak , saya akan makan di kantor saya. " tolak Carl
" Jangan sembarang makan loh, nanti sakit gimana ? " ujar Diva.
Carl hanya bisa menatap Diva yang menyiapkan bekal untuknya dan tidak menolaknya lagi
Diva menghantarkan Carl sampai mobil.
Ia mencium punggung tangan suaminya .
" Hati-hati ya, semangat kerjanya " ucap Diva sambil melambaikan tangannya.
Di dalam mobil Carl masih memikirkan perubahan sikap Diva yang berubah 180 derajat .
Diva langsung pergi ke kantornya menggunakan mobil kesayangannya.
Sesampainya di kantor , Diva langsung disibukkan dengan berkas-berkas yang harus ditanda tangani .
Di kantor Carl
Carl termenung di dalam ruangan sampai tidak menyadarinya kalau sekertaris berbicara dengannya.
"Pak "
"Pak"
"Tuan Carl Wilson yang terhormat ". ucap Aditya yang meninggikan suaranya.
Ya, Aditya adalah sekertaris pribadi Carl . Aditya sudah bekerja 2 tahun dengan Carl.
"Mengapa kamu berteriak ?"" ucap Carl yang terkejut mendengar suara Aditya.
"Saya, tadi memanggil bapak tetapi bapak tidak dengar. Ya, akhirnya saya berteriak agar bapak mendengarkan saya. " ucap Aditya yang takut dimarahin bosnya.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kita akan meeting dengan perusahaan Dubai ". sambung Aditya.
"Ya, saya akan hadir dalam rapat tersebut " ujar Carl
Perusahaan Dubai begitu dekat dengan perusahaan milik Carl.