Elyse terus memperhatikan gerak Daren yang begitu lihai memasak makanan di dapur. Elyse terus berdiri di sudut meja dapur, memperhatikan dan sesekali tersenyum hangat ke arah pria tersebut. Pria yang hampir satu tahun ini menyandang status sebagai tunangannya. Entah mau dibawa sampai mana hubungan mereka, setelah pertunangan secara privat itu terjadi. Bukannya semakin lengket, justru Elyse merasa jika hubungannya dengan Daren semakin renggang. Apalagi semenjak ia mendapatkan bisnis besar dari sang ayah, yang mengharuskannya untuk menetap di luar negeri cukup lama. Dan sekarang baru bisa kembali untuk menemui Daren. “Kau benar-benar tidak kehilangan skill dalam memasak ya?” ujar Elyse, beralih menyandarkan sisi pinggangnya pada meja. “Aku jadi penasaran, selama aku tidak ada di New York

