Elyse Rae langsung datang menemui Hazel malam ini. Ia benar-benar mencari tahu di mana alamat tempat tinggal Hazel berada. Elyse bahkan rela merogoh kocek yang tidak sedikit agar bisa mendapatkan akses masuk ke dalam wilayah apartemen yang Hazel tinggali. Beberapa kali memencet bel, pintu unit apartment Hazel pun terbuka. Elyse menilik ke arah dalam saat pintu itu terbuka tanpa mempedulikan Hazel yang tampak kebingungan dengan kehadirannya. “Maaf, kau siapa? Sepertinya kau salah nomor unit—” “Bisa kita bicara di dalam?” sela Elyse dengan cepat. Hazel mengerutkan dahinya. “Kau ini siapa? Mau apa juga kau kemari? Perasaan aku tidak pernah mengenalmu.” “Memang, tapi sebentar lagi kau juga akan tahu siapa aku sebenarnya. Jadi, bisa aku masuk sekarang? Ada hal penting yang harus kau

