Lamaran

1108 Words

Seorang perempuan berumur pertengahan dua puluh tampak mondar-mandir di dalam ruang tamunya. Sesekali dia menengok ke jendela, memperhatikan halamannya yang kosong. Memang jarang ada tamu yang bertandang, dan sekalinya ada, seringnya perempuan itu tak mengharapkan kedatangan mereka. Namun kali ini berbeda. Dirinya mengharapkan kedatangan sang tamu, atau paling tidak, sedikit lebih antusias dibandingkan pada tamu-tamunya yang lain. Dan lagi, perempuan itu penasaran dengan apa maksud ucapan sahabatnya soal “Kakakku mau main ke rumahmu. Kamu siap-siap, ya.” Ini bukan kali pertama laki-laki itu—kakak sahabat si perempuan—bertandang ke rumahnya. Kali terakhir, laki-laki itu bahkan menyelamatkan kehormatannya ketika berada di rumah ini. Namun yang membuat dirinya berdebar-debar tak karuan, kena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD