"Malah bengong! Papa lu manggil tuh!" Bagas menepuk paha Delon dengan keras yang masih membeku di tempatnya. "Nih orang masih di sini aja! Sono cepetan pergi!" imbuh Arfan dengan tergelak melihat ekspresi wajah Delon yang masih syok. "Kalian lagi ngeprank gue ya?" gumam Delon yang tak juga kunjung beranjak, padahal semua orang sudah menatap ke arahnya ketika Zaky memanggil namanya hingga 3 kali. "Udah deh jangan begok mendadak! sana pergi!" Bagas berdiri sembari menarik tangan Delon agar segera berdiri. Ehem... Delon berdeham beberapa kali barulah bisa merasakan jika kedua kakinya masih berpijak di bumi. Otak Delon tak mampu mencerna dengan apa yang terjadi. Jika ini hanyalah mimpi maka Delon berharap tidak ingin terbangun lagi. "Cepetan!" Arfan yang sudah tak sabar pun ikut berd

