Bab 11. Perayaan Ulang Tahun Perusahaan

1342 Words
Tidak ada perubahan dalam kehidupan setelah Andrea mengungkapkan identitasnya, keduanya tetap memutuskan untuk menyimpan fakta itu dengan tenang. Andrea tetap menjalani kehidupannya dalam toko buku kecil seperti yang dipikirkan oleh Denis dan Melodi. Sampai sekarang Andrea bahkan belum percaya bahwa Alvaro adalah CEO dari Bentley grup, wanita itu juga tetap menyembunyikan jati dirinya sebagai Dandelion, sang designer perhiasan yang banyak membuat orang penasaran dengan rupanya. “Apakah anda tidak ingin datang?” tanya Gery kembali mengingatkan Andrea mengenai perayaan ulang tahun grup Bentley. “Masih banyak pekerjaan, wakili saja kehadiranku.” Gery mengangguk, sebenarnya dia ingin Andrea datang karena dengan begitu Andrea akan tahu kebenaran mengenai status asli suaminya. Sejak awal dia tahu bahwa Andrea tidak pernah ingin tampil mencolok sebagai putri dari keluarga Madison, dia hanya ingin menjalani hidup dengan tenang tanpa ada orang yang mengganggu privasinya. “Sebenarnya perusahaan Melodi mengajak kerjasama dengan anda, tapi sudah saya tolak,” ucapan Gery menghentikan kegiatan Andrea. “Mereka?” tanya Andrea tidak percaya. “Ya, sejak perusahaan keluarga Melodi di tolak oleh Bentley grup ada permasalahan internal antara anak dan ayah itu. Sepertinya Melodi memilih bersama Denis dan akhirnya di usir karena tidak mengikuti keinginan orang tuanya,” ujar Gery. Andrea tertawa, Denis memang pembawa sial untungnya dia bukan orang yang mendapatkan posisi itu. Dulu memang dia dimanfaatkan, tetapi kini dia sadar bahwa sudah sepantasnya dia melepas orang seperti dirinya. “Mereka lalu buat perusahaan baru gitu? Mentang-mentang namaku lagi naik, terus dia mau ngajak kolaborasi?” tanya Andrea. “Benar, saya sudah mencari tahu bahwa sepertinya uang yang digunakan adalah milik melodi. Anda tahu sendiri bahwa Denis hanya bisa bergantung, sepertinya kegagalan kerjasama dengan Bentley membuat kemarahan besar bagi keluarga Melodi.” Andrea mengangguk, rupanya karma instan begitu cepat terjadi, dia pikir Melodi akan semakin sombong setelah mendapatkan kerjasama dengan Bentley grup, tapi kenyataannya kini mereka gagal dan harus memulai semuanya dari awal. “Jadi mereka berusaha mendekati pimpinan Bentley ketika mengikuti lelang itu?” tanya Andrea. “Ya, sepertinya begitu karena acara ulang tahun perusahaan akan menjadi ajang untuk banyak orang mencari perhatian ceo grup Bentley,” ujar Gery. “Rupanya menarik, aku akan datang.” Gery mengangguk, setelah sekian lama akhirnya kini dia mau menghadiri acara seperti ini. Gery lalu mengirimkan pesan pada penyelenggara bahwa Dandelion akan datang, semua orang mungkin tidak tahu nama Andrea, tetapi mereka semua pasti sangat mengenal Dandelion dari karya yang dibuatnya. *** Sebelum perayaan ulang tahun berlangsung, Alvaro di undang neneknya untuk datang ke rumah. Wanita tua itu kondisinya sedang tidak bagus setelah tahu kondisi Alvaro yang tidak baik-baik saja. Selama ini dia pikir Alvaro menjalani kehidupannya dengan baik, tetapi nyatanya dia bahkan melewatkan hal sebesar ini. “Jangan katakan tentang perceraian, nenek tahu tentang penyakitku. Hanya Andrea yang bisa menjadi penawarnya,” ujar Alvaro. “Apakah kamu sudah mencari cara lain?” tanya Diana lemah. “Jika aku sudah mendapatkan caranya, aku tidak akan frustasi sampai saat ini. Apakah nenek tidak tahu jika obrolan kita di sadap oleh Damian? Dia tahu tentang kelemahanku dan kini berusaha untuk menjatuhkanku,” ujar Alvaro. “Beraninya dia melakukan hal itu padamu,” ucap Diana marah. “Nenek tenanglah, bersama Andrea aku bisa menghadapi tuduhan itu. Jangan memintaku untuk bercerai, Merry hanya membuat penyakitku semakin parah. Aku bahkan hampir gagal menghadiri pertemuan untuk tender besar karena Merry tiba-tiba datang menyentuhku,” ujar Alvaro. “Aku beri waktu untuk menyelesaikan semuanya, entah nanti kamu membatasi sentuhan atau apapun yang penting kamu menikahi Merry, kamu berutang budi padanya.” Alvaro menghela nafasnya lelah, entah bagaimana konsepnya, dia tahu bahwa keinginan neneknya sangat sulit untuk dia wujudkan. Alvaro tahu batasnya, dia tidak mungkin membuat tubuhnya hancur demi memaksakan keinginan neneknya, Alvaro bisa membalas budi dengan hal lain karena dia tidak ingin pernikahan dengan Andrea berakhir di pengadilan. “Aku harus kembali karena nanti malam perayaan ulang tahun perusahaan dilangsungkan,” ujar Alvaro. Diana hanya mengangguk, di sisi lain dia sudah meminta Merry untuk datang mendampingi Alvaro. Diana tidak ingin Andrea dikenal oleh banyak orang, dia hanya ingin Merry yang akan mendampingi cucunya. *** Pukul tujuh malam acara mulai di buka, para tamu undangan sudah mulai memadati tempat acara. Lelaki itu kini bersiap untuk segera menuju ballroom untuk menyambut banyak tamu pentingnya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan penting ini untuk mendapatkan banyak investor baru nantinya. “Tuan, istrimu memutuskan datang dengan statusnya sebagai Dandelion.” Gibran berbisik ditelinga Alvaro. Sudut bibir Alvaro terangkat, dia tersenyum karena akhirnya istrinya datang. Tema perayaan kali ini adalah pesta topeng, Alvaro sengaja menyiapkan banyak topeng di pintu masuk dia hanya ingin perayaan kali ini berbeda dari sebelumnya. “Mana topengku?” tanya Alvaro. “Ini tuan,” ujar Gibran, topeng milik Alvaro sangat special dan berbeda karena dengan begitu Gibran dan yang lain bisa mengenali Alvaro lebih cepat jika terjadi sesuatu. Di sisi lain kini Andrea datang bersama dengan Gery, lelaki itu melarang Andrea mengenakan topeng karena dia ingin bosnya mulai menunjukkan dirinya pada public. Sudah lama dia sembunyi, kini sudah seharusnya dia membungkam mulut mantan tunangannya yang tidak tahu diri. “Sudahlah kalau tidak boleh memakainya aku akan pulang,” ujar Andrea kesal. Akhirnya Gery diam, mereka kini sudah sampai di Lokasi acara dan di pintu masuk Gery di minta memilih topeng untuknya. Andrea tertawa, kini dia benar karena sudah menyiapkan topeng miliknya agar tidak dilihat oleh orang lain. “Ternyata pesta topeng,” ujar Gery. Andrea tidak mendengar gerutuan Gery, dia langsung menuju tempat duduk yang sudah disiapkan untuknya. Andrea tidak menyangka jika tempat duduknya special, mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh Gery bahwa pimpinan perusahaan sangat ingin menemuinya. “Nona Dandelion,” ucap suara yang sangat Andrea kenal. Melody dan Denis, dua orang itu menghampirinya karena dia menggunakan tempat duduk Dandelion. Andrea hanya diam, dia menunggu semua yang diucapkan oleh Melody, mereka memang sangat manis jika sejak awal dia tidak tahu sikap mereka mungkin Dandelion tidak menyangka jika mereka sangatlah jahat. “Ah maaf untuk sementara waktu saya tidak ingin bekerja sama dengan anda,” ucap Andrea dengan suara yang sedikit berbeda, dia tidak ingin Melody mengenalinya. “Maaf silahkan pergi, nona tidak ingin diganggu.” Gery meminta mereka pergi, rasanya sangat puas karena kini mereka yang terlihat membutuhkan Andrea, tidak seperti biasanya yang selalu mengatakan hal buruk dengannya. Alvaro kini mulai datang, lelaki itu menyambut banyak tamu yang datang. Tatapan matanya kini tertuju pada istrinya yang duduk dengan tenang mendengarkan perkataanya. Ketika asik berbicara kini tiba-tiba ada yang menyabotase audio di dalam ballroom tersebut, suara obrolannya dengan Diana terkait penyakitnya. Semua orang berbisik, mereka kini berspekulasi yang tidak-tidak. Gibran bergegas mematikan seluruhnya lalu Alvaro kembali berbicara bahwa semua tuduhan itu tidak benar. “Lelaki yang tidak bisa bersama dengan wanita memang tidak seharusnya memimpin perusahaan, lantas siapa yang akan meneruskannya nanti?” tanya salah satu investor saham yang Alvaro kenal, dia tahu bahwa lelaki itu adalah sekutu Damian untuk menurunkannya. “Kalian jangan salah paham, sebenarnya saya sudah menikah.” Alvaro menunjukkan cincin di jari manisnya. “Halah, itu hanya untuk menutupi ketidaknormalanmu.” Alvaro lalu turun dari panggung, lelaki itu berjalan menghampiri Andrea yang kini ikut tegang. Andrea tidak mengenal CEO dari perusahaan ini, tetapi lelaki itu datang menghampirinya, walau dia belum mencintai Alvaro dia tidak ingin berbuat jahat dengan bersama lelaki lain yang bukan pasangannya. “Dia istriku,” ujar Alvaro menarik lembut tangan Andrea. Semua orang berbisik, mereka tidak menyangka jika Dandelion yang selama ini misterius ternyata adalah istri dari pimpinan Bentley. Kamera wartawan dan yang lain menyorot keduanya, Alvaro yakin berita keduanya akan menjadi trending topic. “Lepaskan aku,” bisik Andrea pelan. “Tolonglah,” ujar Alvaro memohon. Alvaro semakin kesal ketika mendengar banyak orang berbicara, dia langsung membungkam semua ucapan tidak berdasar orang orang itu dengan ciumannya. Alvaro mencium istrinya di depan umum, walau wanita itu memberontak Alvaro tetap melakukannya, dia hanya ingin semua usaha Damian untuk menurunkannya gagal. “Aku sudah menikah sialan!” Andrea menginjak kaki Alvaro setelah berhasil melepaskan diri, hal itu tidak membuat Alvaro marah melainkan dia tersenyum manis dan menarik pinggang Andrea, dia merasa senang karena Andrea mengakui pernikahannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD