“Ini semua salah ku!” isak Alice menatap buku itu Xander menatap Alice, dan membirkan gadis itu. Ia yakin Alice masih butuh waktu untuk beberapa saat ini. Usai membuat tumpukan batu, Xander di bantu dengan Logan berusaha untuk melepaskan batu yang menusuk punggung bawah Xander. Darah langsung mengalir deras begitu mereka melepaskan Tristan, mereka meletakkannnya di atas tumpukan batu. Dan menumpuk Tristan lagi dengan batu di atasnya. Xander kembali menagis sebelum menutup semua badan Tristan. “Kau pergi secepat ini..Kakak! Trimakasih atas perjuangan mu pada kami! AKu menyayangimu, layaknya kau adalah ayah ku. Aku rindu pada senyum konyol mu dan juga ketika kau menggoda ku. Aku rindu semua, aku akan ingat tentang ini sampai selamanya.!” Logan memelu

