Ben POV. Asli dah, beneran PR banget kalo Puput ngambek tuh. Setelah malamnya aku telpon, besoknya aku usaha dengan chat dia lagi, tetap aja hanya dia baca. Aku coba menanggapi statusnya yang mengeluh pusing dengan urusan skripsinya pun, sama saja. Hanya dia baca, lalu saat aku kejar berharap dia balas, ujungnya balas pun, hanya dengan emoticon menguap. Malas udah aku balas lagi. Bisa jadi kode kalo dia mengantuk atau capekan??. Dan ujungnya, aku jadi suntuk sendiri juga. “Kamu sakit nak?” tegur mami sampai menyentuh keningku saat aku sarapan pagi, di hari ketiga dari aku bisa nelpon Puput dan dia tanggapi. “Gak mih, cape aja” jawabku dan mengabaikan tatapan babeh yang juga sarapan denganku. Bagus tidak ada Riri karena masih tidur selepas sholat subuh, karena kuliah siang. “Makanya

