35. Emang Boleh Sekeceh Itu??

2415 Words

Ben POV. Tega tidak tega sebenarnya membiarkan Puput berangkat dan pulang pergi kerja dengan supir mamanya, atau bang Noah. Itu pun aku sempat usaha tetap bertahan mengantar dan menjemputnya pulang kerja. Walaupun berujung dengan aku yang seperti kejar kejaran dengan waktu. Dan jadi kasihan Puput juga kalo terpaksa menunggu di coffee shop di loby kantor sampai aku datang menjemputnya pulang. Gimana pun aku harus sholat magrib dulu di jalan, baru jalan jemput Puput di kantor. “Diam diam di situ, kalo takut sendirian tunggu abang di ruangan Puput” kataku lewat telpon. “Iya, tapi abang udah sampai mana?” tanyanya setelah bilang bang Noah dan babehku tidak ada di kantor. Namanya perusahaan kontraktor multi nasional bahkan multi internasional, tentu proyek pekerjaan tidak hanya yang aku kaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD