Ben POV. “Om, tante, silahkan duduk duluan aja. Puput kita jagain kok. Ben soalnya masih ada urusan dulu sama kita kita” atur bang Irash seenaknya sekali. Bisa apa aku?. Kalo orang orang di belakang Puput menurut membubarkan diri lalu mengambil tempat di bangku mereka. Hanya mama dan papa Puput yang lalu bersalaman dan berangkulan dengan babeh dan mamiku lalu duduk di bangku dekat meja ijab kobul. Babeh dan papa Radit duduk berdampingan, dan mami dan mama Adis duduk di bangku belakang mereka. Yang buat aku tenang, mereka tampak tertawa bersama. Jadi aku menoleh lagi ke arah orang orang yang mengawal Puput dengan mode berlapis. “Tayang aku, boleh duduk juga kok” atur bang Irash lagi pada kak Caca. Aku abaikan walaupun kak Caca tertawa di belakang punggungku. “Neng Riri calon masa depan

