Puput POV. “Asalamualaikum incess Eleanor….” sapa bang Ben besok harinya saat menjemputku pulang kerja. “Walaikumsalam calon imam” balasku. Bang Ben pasti tertawa. “Ayo udah siap pulang belum incess?” tanyanya lagi. “Yuk” jawabku lalu beres beres barang barangku lalu bangkit untuk mendekat pada bang Ben tapi aku menolak uluran tangannya. “Ngapa?, nanti abang salah lagi kalo gak pegang tangan Puput” protesnya. “Kita gak lagi kencan. Jadi gak usah pamer mesra mesraan depan orang. Cukup kaya abang yang biasanya aja” jawabku. Dia menghela nafas menanggapi. “Kenapa?” tanyaku. “Ini bukan karena Puput malu jadi pacar abang di depan orang di kantor inikan??” tanyanya. Tertawalah aku. “Lah, sayang aku baper” ledekku. “Abang serius” jedanya pada tawaku. “Gak malu bang. Cuma emang aban

