Cia. "Kamu lagi sibuk, Ri?" Tanyaku lewat sambungan telepon, sambil aku menyetir, mencari tempat parkir di rumah sakit tempat Bunda bekerja. "Aku udah berkali-kali ketemu sama orang EOnya, Ri. Tapi kamunya nggak ada tiap kali aku ketemu mereka. Katanya kamu sibuk, tapi masa sedikit aja nggak bisa sama sekali?" "Maaf Sayang... aku bener-bener nggak bisa ninggalin rumah sakit karena aku harus operasi. Ibu kamu juga dokter kan? Pasti kamu tahu dong gimana sibuknya dokter?" "Tapi nggak begini juga Ri!" Seruku kesal. Tiiiiin!! Aku rem mendadak. Nyaris menabrak pohon karena emosiku kepada Arie telah membuatku hilang fokus. "Kamu nggak apa-apa Sayang?" Aku mengangguk, masih dalam keadaan syok. Menyetir dengan emosi dan menelepon memang membahayakan. Aku akan hubungi Arie lagi nanti, sebena

