15

1714 Words

"Ke rumah Ibu apa Mbah Uti, dulu?" Tanya ku pada Mas Dhimas yang mengecek perlengkapannya "Ke Mbah Uti dulu, ke rumah Ibu nanti malam aja, soalnya ada beberapa barang yang mau aku bawa." "Ya udah, nanti aja ya sekalian beli jajanan." "Buat apa?" "Buat teman teman kontrakan Mas, masak nggak bawa oleh-oleh sih Mas."  Jadi selain aku tidak diperbolehkan mertua ku dan ibu ku ikut Mas Dhimas ke Surabaya salah satu alasannya karena Mas Dhimas disana tinggal bareng teman teman kerjanya yang sesama anak rantau, mereka mengontrak satu rumah yang bisa ditinggali bersama, setahu ku sih kalau nggak lima ya enam orang yang tinggal disana. "Iya iya nyonya, baiknya gimana aja." Jawab Mas Dhimas namun membuat ku sedih, baru juga kami menikah belum ada satu minggu sudah harus LDR "Jangan cemberut gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD