"Aku mau resign." Kata Mas Dhimas mengejutkan ku "Iya, aku mau resign, Sayang." Katanya ulang saat membalas tatapan ku yang terkejut "Kenapa? Ada masalah?" "Nggak, aku mau buka kantor sendiri." "Mas Dhim, Mas udah pikirkan ini matang-matang?" "Lebih dari sekedar matang. Bahkan aku sudah menyiapkan persyaratannya juga, kamu tenang aja, setelah ini pekerjaan ku akan lebih santai dan tidak terikat oleh perusahaan." "Dan mendirikan kantor notaris sendiri?" Mas Dhimas mengangguk, dan tangannya masih aktif mengelus rambutku "Kenapa nggak cerita dari awal?" "Jadi gini, sebenarnya, ini sudah menjadi impianku sejak dulu, waktu habis lamaran, aku sudah membicarakan semua dengan Bapak tentang keinginan ku ini, Bapak yang sudah paham keinginan ku pun menyetujui, makanya aku bilang kita harus

