Bab 14

1019 Words

14 Farisyasa tiba di kediaman orang tuanya, beberapa saat sebelum pukul 7 malam. Dia mendatangi sang ayah dan Ibu untuk menyalami mereka dengan takzim. Kemudian Farisyasa berpindah untuk bersalaman dengan pasangan tua di kursi seberang. Pria berkemeja hijau tua itu memaksakan senyuman, ketika menyalami perempuan berambut panjang, yang menatapnya penuh minat. Farisyasa menghempaskan badan di antara kedua adiknya. Dharvan melirik sang akang yang balas memandanginya sesaat, sebelum mengalihkan pandangan ke depan. Percakapan keempat orang tua tersebut berlanjut dengan berbagai bahasan. Farisyasa menyibukkan diri dengan membaca pesan-pesan di ponselnya. Sudut bibir Farisyasa melengkungkan senyuman, seusai membaca percakapan rekan-rekannya di grup SG. Farisyasa terkekeh, kala pembicaraa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD