16 Semalaman itu Lilakanti kesulitan untuk tertidur. Dia berulang kali mengubah posisi badan, sebelum akhirnya menyerah dan bangkit duduk. Perempuan berdaster ungu itu memandangi Azrina yang tidur di sebelah kanan, sambil memeluk boneka ulat daunnya. Lilakanti mendengkus pelan, kemudian beringsut ke tepi kasur dan berdiri. Sekian menit berikutnya, perempuan berambut panjang tersebut telah bersimpuh di sajadah. Lilakanti memohon diberikan ketenangan batin. Terutama, karena esok hari dirinya mungkin akan berjumpa dengan Baron. Selain itu, Lilakanti juga berdoa untuk kelancaran perjalanan besok pagi. Sekaligus untuk perjalanan pergi ke Pulau Seribu dan pulang ke Bandung di hari Minggu. Seusai menuntaskan salat tahajjud, Lilakanti mengemasi peralatan salat. Dia tiba-tiba merasa lapar

