Waktu sudah menunjukkan pukul dua malam, namun Aliando masih belum bisa memejamkan matanya barang sedetik pun. Iris hazel itu masih selalu mengisi sel otaknya dan sulit untuk ia lupakan. Sesekali, Aliando tersenyum kecil ketika mengingat kebersamaannya dengan Gladies beberapa jam yang lalu. Pria yang sunggguh-sungguh mengungkapkan perasaannya itu, malah dianggap sebagai halusinasi oleh Gladies. Aliando menatap ke dua sahabatnya yang sudah terlelap dengan selimut tebal membalut tubuh ke duanya. Perapian juga masih terus menyala untuk menghangatkan ruangan kamar Al. Aliando bangkit dan berjalan menuju jendela kamarnya. pemuda itu menyingkap gorden jendela dan menatap kamar Gladies yang masih terang benderang. Apakah Gladies juga masih belum tidur? pikir Al. Pemuda itu pun segera meraih

