Pandora – 22

2151 Words

Aliando masih bingung dengan penjelasan kakeknya. Semua yang diceritakan Kaddar tak lebih, bagaikan dongeng belaka baginya. Kerajaan Pandora, planet Argos, mustahil semuanya nyata. “Al, kakek tahu kamu masih bingung dengan semua ini. Sebagai anak kota yang hidup di zaman modern, tentu mustahil semua ini bisa dicerna oleh akal sehatmu. Akan tetapi itulah kenyataannya, Al.” “Maaf, Kek. Al masih belum mengerti. Bagaimana bisa pada tahun itu, Alvoso sudah membuat sebuah mesin yang bisa menghubungkan manusia di bumi dengan planet lain? Itu sangat mustahil, Kek.” “Jika kita pikirkan dengan logika, semua memang sangat mustahil terjadi. Akan tetapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Al.” “Iya ... tapi, bagaimana bisa?” “Jadi begini, Al. Kala itu, kakek buyutmu—Alvoso Geneva—tengah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD