Pandora – 21

1708 Words

Ruben dan Milo masih terpana di ruang rahasia milik Kaddar. Lampu yang semula menyala terang setelah Aliando menekan tombol on/off, kini kembali meredup. Hanya tersisa satu lampu utama yang menyala, dua buah layar yang terpancar ke udara dan satu buah layar utama. “Al, kita sudah kembali?” tanya Ruben seraya memerhatikan dirinya. Pemuda itu sudah kembali ke wujud aslinya. “Iya, kita sudah kembali ke rumah. Sebaiknya kita beristirahat dulu. Besok, aku akan mengajak kalian berjalan-jalan keliling desa Pandora.” “Al, ini beneran nggak mimpi’kan?” “Tidak, semua ini bukan mimpi. Akan tetapi, desaku ini memang sedikit aneh. Kalian berdua harus bisa menjaga rahasia desa ini dengan sebaiknya. Aku tidak ingin, desa ini kehilangan kealamiannya apabila terpublish keluar.” “Iya, Al. Kami mengerti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD