Ruben masih saja duduk seraya menatap ke empat rekannya dengan bingung. “Hei, ada apa dengan kalian berempat?” Ke empatnya masih tersenyum kecil tanpa menjawab pertanyaan Ruben. Namun, Aliando mendekat. Pemuda itu mengambil sesuatu dari atas kepala Ruben, “Ben, kamu habis nyebur di mana, ha? Lihatlah, kepalamu penuh dengan lumut. Kamu persis pangeran kodok.” Ruben mengernyit. Ia mengangkat ke dua tangannya dan mengusap kepalanya dengan ke dua tangannya itu. Ruben merasakan ke dua telapak tangannya lengket dan memegangi sesuatu berlendir. “Astaga ... apa-apaan ini?” Ruben menciumi lendir hijau itu dan tiba-tiba saja ia muntah. Tawa Gladies dan yang lainnya semakin pecah. “Bagaimana bisa, Ben?” “Aku juga tidak tahu. Sebentar, aku coba ingat-ingat dulu.” Ruben mencoba mengingat setiap

