Beberapa menit lagi, tepat pukul dua belas siang. Aliando, Gladies dan Sovia sudah sampai lebih dahulu di bawah air terjun, sementara Milo dan Ruben masih berenang menuju ujung. “Bagaimana caranya masuk ke dalam?” tanya Gladies yang berada di ujung kanan air terjun. “Biar aku yang coba masuk lebih dahulu,” ucap Aliando dari arah kiri air terjun. Gladies dan Sovia mengangguk. “Al, hati-hati,” lirih Gladies. Walau ia berkata lirih, namun suaranya masih jelas terdengar dan menggema di dalam gua. Aliando mengangguk seraya menatap sepasang iris berwana hazel yang memancarkan sebuah kekhawatiran. Aliando memerhatikan air terjun itu dengan saksama. Airnya turun dengan sangat deras hingga mengeluarkan asap tebal. Perlahan, Aliando semakin mendekati air terjun hingga kini tubuhnya merasak

