BUGH!! BUGH!!! BUGH!!!! BUGH!!!!! BUGGGHH!!! KREKK!!! Terdengar lima kali bunyi dentuman benda jatuh dari atas langit, dan yang terakhir bunyinya lebih keras, lebih lama dan disertai dengan bunyi sesuatu yang patah. “Aauuuu ... Kenapa lagi-lagi aku yang sial!” Ruben memegangi pinggangnya yang baru saja membentur sebuah ranting kayu yang cukup besar. “Kenapa, Ben?” Milo memerhatikan sahabatnya itu. tubuh Ruben kini terlihat berbeda. Tampan dan gagah. “Kamu? Kamu Ruben?” Sovia mengernyit menatap pemuda yang ada di depannya. Ruben memang terlihat sangat berbeda. “Gladies atau Sovia?” tanya Ruben memerhatikan wanita yang ada di hadapannya. “Aku Sovia, Gladies yang itu. Hei, tapi kamu terlihat keren lho.” Sovia menyikut lengan Ruben dengan lembut. Ruben memang terlihat jauh lebih meme

