Pandora – 26

1642 Words

Sepeda yang dikendarai Aliando berhenti di depan sebuah kafe tradisional yang sangat indah. Udara dingin, tidak menyurutkan langkah beberapa pemuda asli desa Pandora untuk menikmati malam dengan memesan minuman atau makanan di kafe itu. Dari tempat itu, dapat di saksikan keindahan danau Pandora di kala malam. “Ayo kita masuk,” ajak Gladies sesaat setelah Aliando memarkirkan sepedanya. Aliando mengangguk. Ia menggenggam jemari kiri Gladies seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam kafe. Gladies terkejut ketika tangannya merasakan kulit tangan Aliando menggenggamnya dengan begitu hangat. Kehangatan tangan Aliando menjalar hingga jantung hati Gladies. “Kita akan duduk di mana?” Pertanyaan Aliando menyentak lamun Gladies. “Di sana saja.” Gladies menunjuk sebuah tempat lesehan yang berada m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD