BUGH!! BUGH!!! BUGH!!!! Terdengar suara benturan benda keras sebanyak tiga kali yang baru saja jatuh dari langit. Ke tiga benda itu tidak lain adalah Milo, Ruben dan Aliando. “Awww ....” Ruben memegangi pinggangnya. Pinggang pemuda itu mengenai sebuah ranting kayu yang cukup besar. Milo sendiri menyeka tangan dan tubuhnya yang kotor. “Ow ... Ow ... Ow ... Al, ini nggak mimpi’kan?” Ruben memerhatikan tangan dan kakinya. Pemuda itu merasa dirinya berada pada tubuh yang berbeda. “Hei! Kamu, Ruben?” Milo menatap sahabatnya dengan tatapan tidak percaya. Ruben tampak berbeda. Ia terlihat jauh lebih gagah dalam karakter yang sudah ia pilih. “Milo?” Ruben mengernyit. Ia juga memerhatikan Milo dari ujung rambut hingga ujung kaki. “You’re crazy, Man ....” Milo ternganga. Ia langsung memeluk

