Zidan Habibie, nama yang Rangga sematkan sebagai identitas sang buah hati, nama yang bagus seperti rupa sang bayi mungil bagus dalam bahasa jawa yang berarti berparas gagah rupawan karena begitulah ia kecantikan Randu dan ketampanan Rangga menurun sempurna pada bayi itu. Tangisnya menjadi sebuah pewarna yang sudah lama sekali ditunggu dalam rumah itu, tangis dari mulut bayi mungil yang bisa menciptakan senyum bahkan tawa bahagia keluarga besar Rangga. "Sayang, cucu Eyang, hari ini mau dibotakin, ya?" Lestari menimang bayi mungil yang hari genap berusia empat puluh hari, hari itu juga akan menjadi hari bersejarah dalam kehidupan Rangga dan Randu karena hari itu juga mereka akan mencatatkan nama di kantor urusan agama sebagai sepasang suami istri yang sah, tentu saja dengan tanda tangan

