Tabir yang terbuka

1221 Words

"Lebih baik kamu panggil dulu istrimu," perintah Banu sesaat setelah baru saja Rangga mendudukkan tubuhnya di samping Randu yang telah lebih dahulu ia minta duduk di sofa ruang tamu, ada Lestari dan Banu yang duduk berdampingan di hadapannya, sedangkan Handoko meminta ijin untuk membasuh tubuhnya terlebih dahulu. "Randu, kamu tunggu di sini dulu sebentar," ujar Rangga, Randu hanya mengangguk pelan lalu kembali menunduk saat menyadari Lestari tengah memperhatikannya. Rangga meninggalkan Randu di ruang tamu dengan kedua orang tuanya yang tampak dalam ketegangan, membuka pintu kamarnya dan mendapati Salwa tengah menangis tertelungkup di atas ranjang, ia membenamkan wajah di atas bantal untuk meredam suara tangisnya. "Salwa, Mas tau, Mas udah nyakitin perasaan kamu, tapi Mas mohon kamu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD