"Hamil?" "Istri saya hamil, Sust?" tanya Rangga berusaha memastikan dirinya sendiri kalau apa yang ia dengar tidak salah. "Iya betul, Pak. Bapak belum tau kalau istrinya Bapak hamil?" Rangga menggelengkan kepalanya pelan. "Iya, kandungannya sudah menginjak usia tiga bulan, janinnya juga sehat." Rasanya berbeda, sungguh berbeda saat mendengar Salwa hamil dan Randu hamil. Rangga sadar jika ini salah, ia sama sekali tidak boleh membedakan antara kedua istrinya terutama antara kedua buah hatinya tetapi memang seperti itu rasanya, ia sangat bahagia saat mengetahui Randu hamil. Perawat itu turut tersenyum lebar melihat wajah bahagia Rangga yang duduk di tepi ranjang Randu yang kembali memejamkan matanya. "Pak, boleh saya tanya sesuatu?" Perawat itu agak menekan suaranya agar tidak di

